Kawah Ratu Gunung Tangkubanparahu (Foto: promolagi)
Wisatawan disarankan menjauh dari Kawah Ratu dalam radius 1,5 kilometer. Imbauan ini disampaikan menyusul dinaikkannya status Gunung Tangkubanparahu sejak Kamis, 23 Agustus 2012 pada pukul 23.00 WIB.
"Kami rekomendasi, untuk radius 1,5 kilometer dari Kawah Ratu supaya steril. Takutnya ada gas tak berwarna dan tak berbau," kata Kepala PVMBG Surono, di kantornya, Jalan Diponegoro, Bandung, Jumat (24/8/2012).
Surono menambahkan, munculnya gas karbonmonoksida (Co) dan karbondioksida (Co2) dalam kadar tinggi harus diwaspadi mengingat aktivitas Tangkubanparahu sudah terekam gempa dangkal. Saat itulah, muncul kemungkinan gas membahayakan jiwa jika terisap secara berlebihan.
Dia melanjutkan, masalah gas ini menjadi perhatian khusus tim PVMBG lantaran jumlah wisatawan Tangkubanparahu sedang tinggi. "Kami monitor gas di saat kunjungan sedang tinggi," tegasnya.
Kawah Ratu menjadi pusat perhatian karena pengunjungnya paling banyak. Selain itu, kegempaan juga sudah terjadi di salah satu kawah yang menjadi maskot Gunung Tangkubanparahu itu.
"Yang dikhawatirkan masyarakat terlalu dekat," imbuhnya.
Surono menegaskan, meski status gunung telah waspada, belum saatnya ditutup untuk kunjungan pariwisata. "Kami hanya rekomendasi saja supaya radius 1,5 km Kawah Ratu steril dari pengunjung," tandasnya. "Saya mengerti banyak pedagang di sana karena menjadi daya tarik turis. Saya harap mereka mengerti," harapnya.
Di sisi lain, pengawasan gunung api di Jawa Barat diakuinya harus ekstra hati-hati. Pasalnya, banyak gunung api yang dekat dengan penduduk, bahkan dekat dengan bangunan.
Surono juga menegaskan, naiknya status Tangkubanparahu dari normal ke waspada tidak terkait dengan konflik pengelola dan warga baru-baru ini. Dia tidak tahu bahwa objek wisata alam itu baru dibuka lagi sejak kemarin dan hari ini.
Sumber : Travel.okezone.com

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !