Ketua Association of the Indonesia Tours and Travel (ASITA) DIY Edwin Ismedi Himna mengatakan bahwa belakangan ini jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang terus mengalami penurunan. Misalnya dari Malaysia, pada 2008, jumlahnya mencapai 3.000 orang per tahun. Namun, saat ini hanya sekira 1.000 orang.
“Paket wisata ke Yogyakarta lebih mahal daripada paket wisata ke Bandung dan Bali,” jelasnya di tengah peninjauan ke Rich Hotel Yogyakarta.
Selama ini, harga paket wisata dari Negeri Jiran ke Yogyakarta dipatok Rp1.280 Ringgit Malaysia. Paket ini berlaku untuk satu orang selama tiga hari tiga malam. Harga ini jauh di bawah paket yang ditawarkan ke Bali, yang hanya 888 Ringgit Malaysia. Padahal, dengan harga tersebut wisatawan bisa tinggal selama empat hari empat malam di Bali.
“Kita juga kalah dalam inovasi lokasi wisata,” ujarnya.
Dia mencontohkan, selama ini wisata ke Yogyakarta masih mengandalkan Keraton, Malioboro, dan wisata religi ke Prambanan atau Borobudur. Wisata seperti ini kurang diminati oleh wisatawan asal Negeri Jiran. Mereka lebih tertarik melakukan wisata belanja, seperti di Bandung. Apalagi, transaksi bisa dilakukan dengan menggunakan mata uang Ringgit.
Menurutnya, Yogyakarta juga kurang dalam inovasi lokasi wisata baru. Selama ini, wisata budaya hanya mengandalkan Ramayana Balet, padahal di Bandung sudah ada wahana permainan baru.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta, Deddy Parnowo Eryono, mengaku bahwa mahalnya paket wisata ke Yogyakarta akibat kenaikan harga tiket masuk Candi Prambanan, Boko, dan Borobudur. Wisatawan candi merupakan paket wisata yang wajib untuk dikunjungi bagi wisatawan asing.
“Tiket ke Taman wisata Candi sejak Juli sudah naik menjadi USD25,” jelasnya.
Deddy, yang juga menjabat sebagai sekretaris PHRI DIY, berharap pengelola taman wisata meninjau kembali kenaikan harga tiket. Sebab jika tidak, satu-satu upaya menurunkan harga paket adalah dengan menghilangkan paket ke candi. Selain itu, perlu ada perbaikan infrastruktur pendukung dalam mendongkrak pariwisata.
“Kalau tarif hotelnya, tidak masalah hampir sama dengan kota lain,” tutupnya.
(Travel.okezone.com)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !