PTO News - Kementerian Perhubungan meminta
berbagai pihak agar menunggu hasil investigasi Komite Nasional
Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kesalahan pendaratan yang
dialami pesawat Sriwijaya Air di Bandara Tabing, Padang.
"Saat ini sedang diinvestigasi oleh KNKT," kata Kepala Pusat
Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan dalam siaran
pers Puskom Publik Kemenhub yang diterima di Jakarta, Selasa.
Bambang Ervan memaparkan, pada saat ini, Flight Data Recorder
(Perekam Data Penerbangan) dan Cockpit Voice Recorder (Perekam Suara
Kokpit) telah dipegang oleh pihak KNKT.
Ia juga menuturkan, pesawat yang dipiloti oleh warga negara asing
bernama Capt J Gudonis tersebut seharusnya mendarat di Bandara
International Minangkabau (BIM).
Namun, ujar dia, terjadi kesalahan yang akhirnya malahan mendarat di
Bandara Tabing Padang, Sumatera Barat (Sumbar), sekitar pukul 17.00 WIB.
Sebelum ada BIM, maka semua pesawat mendarat dan terbang dari Tabing.
"Lokasi Bandara Minangkabau dengan Padang diperkirakan berjarak sekitar 14 km," katanya.
Lebih lanjut Bambang menjelaskan, Bandara Tabing sudah sejak lama
ditutup untuk penerbangan komersial dan hanya dikhususkan untuk militer.
Akibat kejadian itu, lanjut Bambang, Kemenhub akan meng-"grounded"
pilot dan co pilot pesawat Sriwijaya Air tersebut sampai penyelidikan
lebih lanjut.
Seperti dilaporkan pihak angkasa Pura II, semua penumpang pesawat
yang berjumlah kurang lebih 96 orang selamat, tidak ada korban dalam
kejadian tersebut.
Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air dari Kota Medan menuju Kota Padang,
Sabtu (13/10) sekitar pukul 17.05 WIB, salah mendarat di bekas landasan
pacu bandara Tabing yang tidak berfungsi sejak beroperasinya Bandara
Internasional Minangkabau
(id.berita.yahoo.com)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !