PTO news -
Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, hingga Jumat (19/10) malam,
terpaksa ditutup sementara akibat insiden tergelincirnya pesawat
Sriwijaya Air sejak petang. Penutupan dilakukan untuk mengevakuasi badan
pesawat dengan nomor penerbangan SJ B 737-400 itu.
"Kami terpaksa
menutup bandara karena harus mengevakuasi pesawat Sriwijaya Air. Belum
tahu kapan bandara akan dibuka, karena sampai saat ini kami masih
berusaha melakukan evakuasi terhadap pesawat," kata Kepala Divisi
Operasi PT Angkasa Pura II cabang Bandara Supadio Pontianak, Syarif
Usmulyani di Sungai Raya.
Usmulyani mengatakan, pihaknya masih
terus mengevakuasi bangkai pesawat meski terkendala karena hujan turun.
Namun, Usmulyani belum dapat memastikan apa penyebab pasti pesawat
tergelincir.
"Untuk instrumen keselamatan penerbangan, kami sudah
sangat memadai. Jadi tidak mungkin itu penyebabnya. Namun, kita saat
ini baru bisa dipastikan penyebabnya adalah faktor cuaca," jelasnya.
Usmulyani
juga belum dapat mengetahui berapa jumlah pasti penumpang dan
kondisinya karena petugas bandara masih terus mengevakuasi penumpang dan
pesawat. "Jumlah pastinya kami belum tahu persis, kita saat ini masih
disibukkan dengan evakuasi pesawat. Untuk informasi lainnya, nanti akan
kami kabarkan," ujarnya.
Pesawat Sriwijaya Air tujuan
Jakarta-Pontianak itu tergelincir di Bandara Supadio Pontianak saat akan
melakukan pendaratan sekitar pukul 16.40 WIB. Dari informasi yang
berhasil dihimpun, pesawat dari Jakarta tersebut saat akan melakukan
pendaratan di Supadio Pontianak cuaca dalam keadaan hujan lebat.
"Saat
akan mendarat semuanya baik-baik saja. Seperti biasa, pramugari
memberikan informasi bahwa pesawat akan mendarat. Namun ketika mendarat
dan ban menyentuh landasan, tidak lama pesawat terasa oleng dan tidak
lama kemudian tegelincir hingga keluar landasan," kata Dewi, salah
seorang penumpang pesawat Sriwijaya Air.
(Liputan6.com


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !