BALI - Bali ibarat pintu gerbang wisatawan mancanegara (wisman) mengenal Indonesia. Namun, perkembangan pariwisata, kejahatan yang merajalela, lalu lintas padat, sampah, dan masalah-masalah lainnya tidak akan membunuh kesucian Bali.
Pernyataan tersebut diungkapkan Gubernur Bali I Made Pastika pada persiapan peringatan 10 tahun bom Bali di hadapan Perdana Menteri Australia Julia Gillard dan Mantan Perdana Menteri Australia John Howard. Made tidak menampik bahwa perkembangan pariwisata di Bali sangat cepat dan kadang-kadang tidak terkendali.
"Pariwisata memang meningkatkan devisa Bali, tapi juga memperlebar jurang antara si kaya dan si miskin yang dapat menyebabkan ketegangan sosial," katanya, seperti dikutip dari SMH, Kamis (11/10/2012).
"Begitu banyak orang datang ke Bali untuk mencari nafkah, untuk mendapatkan kekayaan. Di sisi lain, penduduk lokal mendapatkan banyak masalah, seperti kemacetan lalu lintas, menumpuknya sampah, dan polusi," ungkapnya.
Bali telah bangkit kembali sejak insiden bom satu dekade yang lalu. Pada 2011, Bali dikunjungi 2,75 juta wisatawan asing, 10 persen lebih banyak dari tahun sebelumnya.
Kini, Bali sudah mulai dipenuhi proyek-proyek pembangunan hotel, resor, dan mal. Pembangunan di Kuta lebih banyak lagi, dan area tepi pantai sudah hampir semuanya tertutupi.
Namun, Made membantah bahwa pembangunan ini akan mengancam keindahan Bali. "Kami ingin Bali tetap menjadi Bali, dengan budayanya yang unik, masyarakatnya yang ramah serta pemandangannya yang indah," pungkasnya.

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !