PTO News - Saat traveling menggunakan pesawat, turis selalu diperingatkan untuk mengenakan sabuk pengaman demi keselamatan. Tapi ternyata, sabuk pengaman tidak akan menyelamatkan Anda dari kecelakaan.
Pernyataan itu dikatakan langsung oleh CEO Ryanair, Michael O'Leary kepada Telegraph "Sabuk pengaman itu tidak penting," kata Michael seperti yang ditulis News Australia, Jumat (9/11/2012).
"Kalau ada masalah di pesawat, semoga tidak sampai terjadi, sabuk pengaman tidak akan menyelamatkanmu," tambah O'Leary.
Kepala Eksekutif Bidang Anggaran maskapai Irlandia ini mengatakan undang-undang yang mengharuskan penumpang mengenakan sabuk pengaman tidak diperlukan. Ia malah ingin memerkenalkan "ruang untuk berdiri" di penerbangan.
"Mereka yang ingin terbang pada hari libur seharusnya diizinkan untuk berdiri di bagian belakang pesawat," tambahnya.
"Anda tidak perlu sabuk pengaman di the London Underground. Anda juga tidak perlu mengenakan sabuk pengaman saat berada di kereta yang hanya berjalan di kecepatan 120 mph (192 km/jam). Kalau saja kereta itu rusak, Anda semua akan meninggal," tambahnya.
Para CEO maskapai menyarankan untuk mengambil sepuluh baris di belakang pesawat, yang memungkinkan Ryanair untuk memberikan penawaran harga sekitar US$ 1,6 (Rp 15.000). Tiket ini akan diberikan untuk wisatawan yang bersedia untuk traveling ke destinasi dengan berdiri.
Kemudian, ketika waktu mendarat tiba, O'Leary menyarankan pada penumpang berpegang tangan, dan semua dijamin akan baik-baik saja.
Tapi, usulan penumpang berdiri ini bertentangan dengan peraturan keselamatan Eropa yang mengharuskan penumpang mengenakan sabuk pengaman ketika lepas landas dan mendarat.
"Kami selalu mencari cara baru untuk melakukan sesuatu. Tapi otoritas ini tidak akan mengizinkan kami untuk melakukannya,"
(traveldetik)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !