PTO News - Di ujung Pulau Jawa, terdapat tempat indah dimana Anda bisa melihat pemandangan cantik pantai selatan diselingi bukit-bukit hijau nan asri. Desa Wisata Sawarna namanya, kini semakin menjadi pilihan destinasi wisata bagi turis domestik maupun asing.
Meskipun terkenal dengan pantainya, Sawarna juga memiliki obyek wisata lain yang tak kalah menarik untuk dikunjungi yaitu Goa Lalay. Ini merupakan salah satu dari sekian banyak goa yang ada di kawasan Desa Sawarna.
Goa Lalay berada di kaki Bukit Pasir Tangkil. Untuk mencapainya, Anda harus berjalan kaki sepanjang dua kilometer dari wilayah penginapan di Desa Sawarna.
"Lalay itu artinya kelelawar, karena dulu di goa itu hidup banyak kelelawar,
Kami tiba di Goa Lalay siang hari, menjelang pukul 12.00 WIB. Panas matahari yang menyengat tak menyurutkan semangat, meski kami cukup kaget ketika diberi tahu harus berjalan kaki cukup jauh untuk mencapai goa tersebut.
Jalanan yang ditempuh pun beragam, mulai dari masuk kampung kemudian melewati pematang sawah, hingga menyeberangi sungai. Jangan khawatir, sungainya hanya sebetis dalamnya. Namun hati-hati, dasar sungai tersebut lumpur sehingga licin bila dipijak.
Setelah kurang lebih 45 menit berjalan kaki, tibalah kami di pintu masuk Goa Lalay. Di sini terdapat sebuah saung sederhana tempat pengurus goa, yang merupakan penduduk setempat, menjual tiket. Biaya masuk Goa Lalay sebesar Rp2.000 per orang. Karena suasana dalam goa sangat gelap, sebaiknya Anda juga menyewa head lamp atau senter dengan harga Rp5.000.
Begitu masuk Goa Lalay, panas terik matahari langsung berganti dengan udara sejuk yang berhembus dari dalam goa. Goa ini dialiri sungai kecil yang dalamnya kira-kira sebetis orang dewasa dan cukup licin. Karena itu, perlu ekstra berhati-hati saat menyusuri dan perlu berpegangan pada dinding goa.
Saat kami masuk, selain ditemani pemandu goa, ada pula beberapa anak kecil yang mengikuti kami. Anak-anak ini membantu kami melangkah di dalam goa yang gelap, memberi tahu dimana pijakan yang dalam dan dangkal serta batu yang tajam agar berhati-hati.
Kami berjalan sekira 10 meter ke dalam. Di kanan dan kiri terlihat pemandangan stalaktit yang menakjubkan, meski untuk melihatnya perlu bantuan senter. Saat ingin melanjutkan ke goa yang lebih dalam, pemandu kami melarang. Sayang sekali, kami harus kembali ke mulut goa.
Kabarnya, di dalam goa ini masih hidup seekor ular yang sangat besar. Karena itu, pengunjung yang datang diminta menjaga perilaku dan ucapan, jangan sampai mengatakan hal-hal yang tidak sopan.
(travel.okezone.com)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !