PTO News - Bisnis jasa moda transportasi udara
terus menggeliat sampai saat ini. Indikator paling mudah terlihat dari
aktivitas bandara yang semakin ramai dari hari ke hari dan tingginya
volume penerbangan. Faktor efisiensi waktu hingga kenyamanan pelayanan
menjadi sisi pendorong masyarakat terus menggunakan jasa burung besi
ini.Geliat moda transportasi ini semakin menjadi di saat beberapa maskapai berlomba memberikan penerbangan dengan harga terjangkau atau low cost carrier (LCC) pada calon konsumen. Beberapa maskapai yang memberikan pelayanan penerbangan murah antara lain Garuda Indonesia dengan Citilink-nya, Air Asia, Mandala Airlines, Lion Air dan masih banyak lagi.
Sekretaris Jenderal asosiasi perusahaan penerbangan nasional (INACA) Tengku Burhanuddin mengatakan bisnis penerbangan murah ini masih akan berkilau di masa mendatang.
Hal ini didukung dari peningkatan jumlah masyarakat menengah tiap tahunnya. "Harga tiket pesawat menjadi semakin terjangkau oleh masyarakat," ujarnya saat dihubungi merdeka.com di Jakarta.
Murahnya harga tiket, lanjutnya, tidak berpengaruh pada kualitas pelayanan yang diberikan pada konsumen. Pelayanan prima tetap diberikan sesuai pilihan kelas penerbangan. "Pelayanan pesawat mulai dari full service atau medium service," tuturnya.
Selain itu, tambahnya, masyarakat tidak perlu khawatir dengan sisi keselamatan pesawat meski harga yang ditawarkan murah. Pasalnya, sisi keselamatan menjadi salah satu syarat laik atau tidaknya suatu maskapai memberikan pelayanan transportasi.
"Hal ini (keselamatan) tidak bisa ditawar lagi, harus ada di setiap penerbangan. Maskapai yang tidak mengindahkan hal itu bisa dicabut izin usahanya dan ditutup perusahaannya," jelasnya.
Indonesia menjadi potensi pasar yang besar bagi bisnis penerbangan pesawat. Terlepas dari perekonomian Indonesia yang semakin membaik, kondisi geografis Indonesia yang berpulau membuat moda transportasi udara menjadi pilihan selain kapal laut.
Para pelaku bisnis ini pun tidak ingin kehilangan start dengan cepat-cepat membenahi maskapainya dengan armada yang mumpuni. Seperti Citilink berencana menambah 11 pesawat baru pada 2012 dan 10 pesawat lagi pada 2013. Saat ini maskapai ini memiliki 5 pesawat Boeing 737-300, 2 Boeing 737-400, 15 Airbus A320-200 dan 10 Airbus A320 NEO.
Citilink juga akan menambah rute penerbangan baru ke Jogjakarta, Padang, dan Pekanbaru pada tahun ini. Penumpang Citilink pada tahun lalu tercatat sebanyak 1,6 juta penumpang.
(merdeka.com)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !