Peneliti Meteorologi Tropis Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT), Tri Handoko Seto mengatakan, osilasi tersebut ditandai oleh terbentuknya gugus awan atau super cloud cluster (SSC) di Samudera Indonesia sebelah barat pulau Sumatera. Pergerakan gugus awan ini nantinya akan mengarah ke timur mengelilingi bumi dengan periode satu kali putaran sekitar 45 hari.
"Gugus awan itu sudah terbentuk sejak tanggal 12 Februari 2013 di Samudera Indonesia dan bergerak ke timur. Saat ini, gugus awan itu sudah memasuki wilayah Indonesia," ujar Tri Handoko, Senin (18/2).
Keadaan demikian, kata Tri Handoko, akan mengakibatkan curah hujan yang tinggi di wilayah Indonesia hingga dua pekan ke depan. Bahkan, MJO yang aktif pada musim hujan seperti sekarang ini, akan mengakibatkan curah hujan yang sudah tinggi akan meningkat lagi. Oleh karena itu, perlu kewaspadaan tinggi terutama di daerah-daerah yang rawan banjir dan longsor.
Tri juga mengikutsertakan citra gugus awan yang ditandai dengan warna biru. "Daerah-daerah rawan banjir dan longsor patut diwaspadai. Masyarakat dan pemerintah harus siaga dengan keadaan demikian," tandanya.
(beritajakarta.com)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !