PTO News - Objek-objek wisata di Kota Seoul, Korea Selatan
kebanyakan hanya buka dari siang hingga sore hari. Tapi, ada satu tempat
wisata di Seoul yang buka 24 jam untuk wisatawan. Asyiknya, tempat ini
pun sangat romantis saat malam hari.
Seperti yang dialami
detikTravel baru-baru ini saat mengunjungi Korea Selatan atas undangan
Bank Rakyat Indonesia (BRI). Padatnya acara pada siang hari tidak
memungkinkan untuk menyusun agenda perjalanan menjelajah Kota Seoul,
ibukota Negeri Gingseng tersebut.
Berjalan-jalan di malam hari di
awal musim semi, ketika kadang suhu masih di bawah nol derajat Celcius
juga tidak mudah. Jika bukan untuk mendapatkan sebuah tempat yang sangat
mengesankan, maka risiko kekambuhan sakit rematik karena kedinginan
tentu tidak akan sebanding.
Tetapi kenekatan detikTravel pada
malam itu untuk tidak menyia-nyiakan waktu yang singkat di Seoul,
akhirnya mendapat ganjaran setimpal. Tidak jauh dari tempat menginap
yang lokasinya persis di depan City Hall, rupanya ada tempat menarik
yang tidak pernah mengenal jam buka-tutup.
Sepintas lalu jika
dilihat dari kendaraan, tempat itu tidak akan langsung terlihat. Tempat
ini berada 4,6 meter di bawah jalan raya yang melintasi sisi kanan dan
kirinya, sehingga akan lebih mudah terlihat justru oleh para pejalan
kaki yang melintas.
Lokasi yang berada di bawah permukaan jalan
membuat Cheonggyecheon Stream tidak terganggu oleh polusi suara. Tempat
ini lumayan bebas dari suara bising kendaraan bermotor yang saling
klakson di siang hari, maupun kebut-kebutan di malam hari.
Aliran
sungai yang tidak benar-benar alami ini juga dihiasi dengan lampu
warna-warni. Di hulunya yang terletak pusat Kota Seoul, ada air terjun
buatan yang terlalu terlalu tinggi. Pada malam hari, air terjun tersebut
juga ditembak dengan lampu berwarna-warni sehingga terkesan meriah.
Sisi
kanan dan kiri aliran sungai sengaja didesain sebagai tempat nongkrong
yang nyaman di tengah kota. Banyak pasangan muda-mudi yang
memanfaatkannya sebagai tempat yang romatis untuk memadu kasih tanpa
terganggu keramaian meski berada di pusat kota.
Sekali waktu, di
beberapa titik ada pula pengamen yang siap menghibur para pengunjung.
Bukan model pengamen yang asal menyanyi dan langsung pergi setelah
diberi uang yang ada di sini. Melainkan pengamen serius yang minimal
juga melengkapi dirinya dengan peralatan sound system portable.
Bagi
yang ingin menghabiskan malam di tempat ini, dijamin tidak bosan.
Aliran Sungai Cheonggyecheon memiliki panjang kurang lebih 5,6 km dan di
sepanjang perjalanan akan banyak pemandangan menarik. Di awal musim
semi seperti sekarang ini, pemandangannya didominasi pohon-pohon yang
meranggas.
Tetapi
apakah Cheonggyecheon Stream hanya romantis di malam hari? Ternyata
tidak. Pada siang hari, di sepanjang aliran sungai ini tetap dipenuhi
muda-mudi yang sedang asyik bercengkerama.
Tentunya tidak semua
berpasangan dan memang tidak ada kewajiban untuk datang
berpasang-pasangan. Banyak pula yang mengajak keluarga dan anak-anak,
atau seperti detikTravel yang tak pernah gentar menjelajah sendirian.
(detiktravel)






0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !