Doni Iswandono, salah satu penumpang Lion Air jenis Boeing 737-900 ER ini menuturkan kepada VIVAnews pesawat mengudara tepat waktu dari Terminal 2D pada pukul 08.20 WIB. Namun, setelah sekitar 5-10 menit di angkasa, ia merasakan pesawatnya anjlok dua kali.
"Setelah itu, tak lama kemudian AC mati. Penumpang protes. Namun, pramugari tidak bisa memberikan jawaban. Pesawat masih tetap jalan," ujar Doni.
Lima menit kemudian, setelah pesawat mengudara sekitar 15 menit, awak pesawat mengumumkan pesawat akan kembali lagi ke Jakarta. "Alasannya terjadi masalah tekanan udara," kata Doni.
Pesawat kemudian mendarat dengan mulus, namun penumpang harus menunggu selama 10 menit untuk keluar dari badan pesawat. "Diumumkan pesawat akan diganti dan penumpang akan diterbangkan satu jam lagi, sekitar pukul 10.40 WIB," kata dia.
Soal insiden ini, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait belum bisa memberi jawaban secara mendetail. "Kami belum mendapat laporan. Coba cek ke bandara dulu. Saya juga akan cek," kata dia.
Boeing 737-900 ER merupakan pesawat yang dipesan Lion dari Boeing pada 18 November 2010. Saat itu Lion memesan 29 unit pesawat jenis ini dan 201 pesawat Boeing 737 MAX dengan nilai US$21,7 miliar. Ini tercatat sebagai pemesanan tunggal terbanyak oleh satu maskapai penerbangan komersial.
(vivanews.com)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !