PTO News - Cucu Saidah harus menelan kecewa atas layanan Garuda Indonesia mempromosikan diri sebagai maskapai terbaik di kawasan. Beberapa kali naik pesawat berpelat merah itu, Cucu dilayani tidak sopan, dianggap merepotkan kru, dan kasar.Sebagai penyandang cacat, dia sering tidak diberikan akses dan perlakuan sama seperti orang normal. Sampai akhirnya, karena terus mendapat diskriminasi, dia memutuskan membikin petisi lewat Internet bulan lalu. Isinya menuntut kewajiban mengisi surat pernyataan bagi penyandang disabilitas membuat maskapai bebas dari tanggung jawab jika terjadi kecelakaan dan tak ada asuransi bagi mereka.
Setelah dipublikasi, Cucu kebanjiran sokongan. Syarat minimal lima ribu tanda tangan buat mengajukan petisi terlampaui. Ribuan surat elektronik berisi dukungan buat dia dan cercaan bagi Garuda mengalir deras. Tanggapan serupa juga muncul di Twitter.
Garuda kemudian menggelar pertemuan di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta. Selang sepekan, Garuda menghapus kebijakan pengisian formulir bagi kaum cacat.
Petisi melalui Internet oleh cucu bukan kejadian pertama. Sebelumnya protes juga muncul lewat Facebook, seperti desakan selamatkan Komisi Pemberantasan Korupsi. Namun tidak semua unjuk rasa di dunia maya ini berhasil.
Direktur Kampanye change.org Usman Hamid mengakui perkembangan teknologi mengubah cara orang memprotes layanan pemerintah, perusahaan, atau keadaan sosial. "Protes sosial selalu punya metode-metode baru. Dulu pakai teknologi cetak, sekarang pakai Internet atau media sosial," kata Usman saat ditemui merdeka.com di kantornya, Kamis pekan lalu.
Dia mengatakan media sosial telah mengubah aktor dan isu umumnya dimonopoli pesohor, lembaga swadaya, serta pemerintah. Kemajuan dunia maya membuat anak-anak muda bisa terlibat langsung dalam protes sosial. Bahkan, jangkauan protes lewat Internet ini jauh lebih luas dan kecepatan penyebarannya luar biasa. "Petisi bisa dilakukan oleh banyak orang. Ada TKW, aktris Melani Soebono, atau siapa pun punya ide perubahan," ujarnya.
Namun ada syarat supaya petisi di jagat maya berhasil. "Hanya petisi inspirasi. Ini untuk menyampaikan pesan kepada yang lain. Kalau Cucu bisa, yang lain pun bisa."
(Merdeka.com)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !