PTO News - Suhu yang semakin memanas di
Semenanjung Korea memaksa biro wisata Singapura untuk sementara
menghentikan paket wisata ke Korea Utara. Dalam pernyatan resmi yang
diterbitkan Senin (8/4/2013), biro wisata Universal Travel Corporation
(UTC) menyatakan perjalanan wisata ke Korea Utara ditunda setidaknya
hingga Agustus.
UTC merupakan satu-satunya biro wisata Singapura
yang memegang izin dari pemerintah Korea Utara untuk menyelenggarakan
perjalanan wisata ke negeri tertutup itu.
"Keadaan sangat tidak
kondusif, ada banyak ancaman dari Korut. Saya sendiri tidak tahu apa
yang sebenarnya sedang terjadi di negara itu. Kami tidak ingin
mempertaruhkan keselamatan para pelanggan kami," jelas B.L. Khoo,
pemilik UTC.
Khoo menegaskan, nyawa pelanggan merupakan prioritas
utamanya. Menurutnya, biasanya wisata ke negeri itu diselenggarakan dua
periode dalam setahun. Pertama di musim semi, mulai April sampai Juni,
lalu di musim gugur, Agustus hingga Oktober.
Ia menambahkan,
setidaknya ada sekitar 400 warga Singapura yang berwisata ke Korut
setiap tahun. Bukan kali ini saja UTC harus menghentikan paket wisata
mereka. Tahun lalu, di bulan yang sama, penghentian terpaksa dilakukan
ketika Korut melakukan ujicoba misil.
Korea Utara menawarkan
sejumlah atraksi wisata menarik. Seorang warga Singapura, Helen Yeo
menuturkan, ia pernah berkunjung ke negeri itu bersama suaminya pada
September tahun lalu. Mereka menyaksikan Festival Arirang, seni, senam,
mengunjungi perkebunan, dan ikut merayakan peringatan 100 tahun pendiri
Korea Utara, Kim Il Sung. Mereka menghabiskan 2.000 dolar singapura
(sekitar Rp 16 juta) selama kunjungan 8 hari.
"Saya tidak berpikir
Korea Utara negara yang berbahaya. Selama kita mematuhi peraturan dan
menghormati adat setempat, semuanya akan baik-baik saja," jelas Helen.
Seperti
diberitakan, suasana di Semenanjung Korea berada dalam ketegangan
militer yang meningkat sejak uji coba nuklir ketiga Korea Utara pada
Februari, yang memicu sanksi keras PBB. Hampir setiap hari Korea Utara
melontarkan ancaman serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat
dan Korea Selatan.
Ancaman itu merupakan tanggapan terhadap latihan
militer gabungan Korea Selatan-Amerika Serikat yang sedang berlangsung.
(travel.kompas.com)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !