PTO News - Dunia penerbangan saat ini bukan lagi barang mewah bagi penduduk
dunia. Burung besi menjadi pilihan utama masyarakat dari berbagai kelas
sebagai moda transportasi untuk bepergian dalam beberapa tahun ke
belakang.
Tingginya permintaan masyarakat akan transportasi pesawat, membuat
maskapai baru banyak bermunculan. Para maskapai ini tentunya berlomba
memberikan pelayanan prima kepada penumpangnya agar tidak kalah
bersaing.
Dalam pagelaran Paris Airshow 2013, secara mengejutkan salah satu
maskapai nasional Lion Air masuk dalam jajaran 10 maskapai terbaik
dengan menempati peringkat kedua versi CNBC untuk bisnis penerbangan
murah. Lion Air jauh meninggalkan salah satu maskapai besar dunia yakni
Emirates yang nangkring di posisi sembilan. Pemeringkatan ini
menggunakan indikator pertumbuhan jumlah penumpang per tahunnya.
Laman cnbc.com menulis sepanjang 2011 sampai 2012 pertumbuhan jumlah
penumpang Lion Air tercatat 34,6 persen. Lion Air hanya kalah dari
maskapai asal Spanyol Vueling Airlines yang mencatatkan pertumbuhan
jumlah penumpang sebesar 40,4 persen.
Bergerak dalam sektor penerbangan murah, Lion Air memang cukup
ekspansif meningkatkan pangsa pasarnya yang saat ini mencapai 44 persen
dari total penumpang pesawat nasional. Terbukti, beberapa waktu lalu,
aksi korporasi Lion Air menggemparkan dunia penerbangan internasional
dengan membeli 234 unit pesawat Airbus jenis A320 senilai Rp 233
triliun.
Dua tahun sebelumnya, maskapai yang bersaing ketat dengan Air Asia
asal Malaysia ini sudah mengejutkan publik saat membeli 201 pesawat
Boeing jenis 737-900 ER.
Lion Air bukan tanpa kekurangan. Selama maskapai ini beroperasi,
tidak sedikit pula mencatatkan sejumlah kecelakaan yang tentunya
merugikan masyarakat sebagai penumpang. Dalam satu dasawarsa terakhir,
maskapai penerbangan Lion Air telah mengalami 11 kali insiden
kecelakaan.
Dari sekian kecelakaan yang dialami maskapai Lion Air, tidak sedikit
jatuh korban, bahkan hingga menewaskan penumpang. Salah satunya seperti
kecelakaan yang terjadi pada 30 November 2004 yang menewaskan 25 orang
penumpang. Pesawat dengan kode penerbangan 538 PK-LMN, MD-82 itu
tergelincir di Bandara Adisumarmo, Solo saat melakukan pendaratan.
Keluhan terhadap pelayanan Lion Air ini datang dari penumpang yang
menggunakan jasanya. Seorang pegawai swasta, Dwininta (23), menuturkan
bahwa pada dasarnya pelayanan Lion Air cukup bagus. Namun, akan menjadi
sempurna jika dilakukan sejumlah perbaikan.
Dara asal Yogyakarta ini mengungkapkan kekurangan Lion Air ialah
maskapai tersebut tergolong pelit dari segi konsumsi. Bahkan maskapai
ini tidak memberikan permen untuk pencegah telinga berdengung saat
pesawat tinggal landas.
"Lion Air juga sering delay," ujarnya pada merdeka.com, Senin (17/6) malam.
Alasan yang membuat dirinya tetap memakai maskapai ini ialah karena tarifnya yang murah.
Kritikan juga datang dari pengamat penerbangan Alvin Lie. Dia
meragukan ekspansi bisnis maskapai berlogo singa merah itu sudah
mempertimbangkan faktor keselamatan.
Salah satu indikator keselamatan yang diragukan Alvin adalah
rekrutmen pilot. Dia khawatir demi memenuhi rasio pesawat dan pilot yang
semakin bertambah tahun depan, Lion Air bakal merekrut sumber daya
manusia (SDM) asal-asalan.
"Beli pesawat itu mudah, tapi jangan lupa pesawat harus diterbangkan
manusia, apakah sistem rekrutmen (Lion Air) sudah memenuhi standar, kan
mereka harus mendapatkan penerbang dalam jumlah banyak. Saya khawatir
dalam upayanya mendapat penerbang itu toleransinya (terhadap kualitas
pilot) terlalu tinggi," ujarnya.
Dia pun menyoroti perlunya Lion Air mendapatkan teknisi sampai kru
kabin yang berkualitas. Pasalnya, memiliki banyak armada pesawat
otomatis mengharuskan maskapai ini memiliki SDM di darat dan udara yang
mumpuni.
Terlepas dari kekurangannya, maskapai milik pengusaha Rusdi Kirana
ini patut mendapatkan acungan jempol untuk kinerjanya. Analis The Centre
for Aviation (CAPA) Sobie pada CNBC mengatakan kejayaan Lion Air akan
terus bertahan dalam beberapa tahun ke depan.
"Lion Air terus menjadi salah satu yang tercepat dalam
perkembangannya untuk kelompok maskapai murah di dunia dan mereka sangat
yakin bahwa akan terus tumbuh sangat pesat," jelasnya.
(merdeka.com)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !