Berbagai usaha dilakukan untuk mempermudah akses wisatawan menuju Pulau Tidung. Di sekitar Jembatan Cinta akan dibangun dermaga yang khusus digunakan untuk berlabuhnya kapal yang mengangkut wisatawan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan menyediakan armada kapal besar yang memiliki kapasitas 200 penumpang dalam sekali pelayaran. Saat ini, Pemprov DKI Jakarta telah memiliki dua buah kapal besar dan akan segera menambah satu buah kapal besar. Kapal-kapal ini akan membawa wisatawan menyebrang dari Muara Angke. Selain armada kapal besar, pemerintah juga akan mengerahkan kapal-kapal tradisional yang jumlahnya saat ini mencapai 24 buah.
Akses menuju Pulau Tidung, selain ditentukan fasilitas sangat ditentukan oleh cuaca. Saat ini, penyeberangan ke Pulau Tidung dari Muara Angke ataupun dari Dermaga Bahtera Jaya hanya dilakukan sekali dalam satu hari. Penyeberangan hanya dilakukan pada pukul 07.30 WIB sedangkan penyeberangan dari Pulau Tidung hanya ada pada pukul 14.00 WIB setiap harinya, saat ombak tidak terlalu besar.
Oleh karena itu, Achmad mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang mengkaji penggunaan sea plane untuk Pulau Tidung. Keberadaan pesawat yang dapat mendarat di air ini diharapkan dapat memudahkan para wisatawan untuk pergi ke Tidung.
“Semoga kalau sea plane dapat terwujud, dalam keadaan cuaca seperti apapun, penyeberangan dapat terus berjalan,” harap Achmad Ludfi pada acara Gabung Mulung Tidung 3 di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, baru-baru ini.
Tidak hanya Pulau Tidung yang memiliki keindahan alam bahari. Gugusan pulau-pulau kecil di Kepulauan seribu menyuguhkan pemandangan alam dengan pesona yang berbeda. Pulau Pramuka, Pulau Pari, dan Pulau Harapan adalah pulau-pulau yang memiliki potensi alam lainnya. Pulau Pramuka dan Pulau Harapan merupakan dua pulau yang menjadi surga bagi olahraga air snorkeling dan diving. Sementara, di Pulau Pari, wisatawan dapat menikmati berjalan-jalan.
(travel.okezone.com)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !