
PTO News – Pemindahan Bandara Polonia Medan ke Kuala Namun akan dilakukan secara bertahap mulai 5 Juli 2013. Selama proses ini, pelayanan di Polonia dipastikan berjalan normal.
Pimpinan Proyek Bandara Kuala Namu Joko Waskito mengatakan, sebelum dilakukan soft operation pada 25 Juli mendatang, seluruh maskapai diharapkan dapat memindahkan perangkat kerja kantor terlebih dulu. Sementara perangkat komputer dan sistem jaringan masih bisa belakangan hingga Bandara Kuala Namu beroperasi total. Hal itu untuk mengantisipasi adanya kesalahan.
“Paling tidak, pada saat 5 Juli tersebut, maskapai bisa beres-beres terlebih dulu. Jadi, mereka punya banyak waktu mengangkat barang-barang apa dulu yang dianggap penting sebelum pindah secara keseluruhan. Namun, soft operation- nya tetap dilakukan pada 25 Juli 2013,” ujarnya, kemarin. Dia menambahkan, hingga kini pihaknya sedang menyelesaikan infrastruktur di Bandara Kuala Namu, seperti mengecat plafon, memasang keramik lantai di beberapa ruang di terminal keberangkatan, dan membenahi hal-hal kecil lainnya.
“Secara keseluruhan, infrastrukturnya sudah hampir selesai. Saat ini tinggal finishing saja. Tidak ada pekerjaan besar lainnya yang harus dikerjakan. Intinya, kita sudah siap untuk melakukan perpindahan bandara,” paparnya. Sementara itu, Kepala Otoritas Bandara Wilayah II Abdul Hani mengungkapkan, perpindahan bandara mulai 5 Juli 2013, merupakan target PT Angkasa Pura II untuk melihat sejauh mana kesiapan pengoperasian bandara internasional tersebut. “Hasil target soft operation bisa kita lihat nanti pada 5 Juli mendatang,” paparnya.
Seusai melakukan perpindahan secara bertahap, Abdul Hani menyebutkan, pihaknya akan melakukan simulasi. Simulasinya sendiri akan dilaksanakan setelah 5 Juli atau sebelum 15 Juli 2013. Sebab, sepuluh hari sebelum soft operation, posisi Bandara Kuala Namu harus benar-benar siap digunakan.
Sistem Check In Rusak Dua Jama
Di sisi lain,sistem check in di Bandara Polonia, Medan kemarin siang sempat bermasalah selama dua jam. Meski begitu, tidak sempat merugikan pihak manapun, baik maskapai maupun penumpang. Airport Service Manager Polonia Medan Ali Sofyan menjelaskan, kerusakan sistem check in tersebut dikarenakan adanya kerusakan jaringan. “Maklum saja, jaringan tersebut sama seperti peralatan lainnya yang bisa terganggu kapan saja,” paparnya.
Akibat kejadian tersebut, memang sempat terjadi kebingungan antara petugas maskapai, dan mengharuskan beberapa perwakilan berbagai maskapai mendatangi masingmasing loket. Akhirnya, pihak maskapai meminta kepada petugas check in masingmasing menerapkan sistem check in manual. Sistem check in padam sejak pukul 11.30–14.30 WIB. Akibat kerusakan tersebut, penumpang sempat menumpuk di terminal keberangkatan domestik dan internasional.
Kejadian tersebut tidak hanya terjadi di terminal keberangkatan biasa, namun terminal keberangkatan VIP Lounge Polonia juga terlihat penumpang bertumpuk, karena adanya masalah sistem check in tersebut.
(koran-sindo.com)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !